Home Advertorial Suzuki Sediakan Modifikasi New Carry Buat Berbagai Kebutuhan Konsumen

Suzuki Sediakan Modifikasi New Carry Buat Berbagai Kebutuhan Konsumen

JAKARTA | Otorai.com – Carry Pick Up dan Mega Carry Pick Up merupakan salah satu produk unggulan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Bagaimana tidak, pada kuartal pertama 2019, kendraan di segmen niaga ini telah membukukan jumlah penjualan ritel sebanyak 11.171 unit. Hasil ini membuat Suzuki Carry tetap merajai segmen Pick Up dengan menguasai 50% pasar kendaraan niaga ringan.

Makmur, 4W Sales Director PT SIS mengungkapkan rasa bangganya Carry Pick Up dan Mega Carry Pick Up meraih hasil positif di kuartal pertama 2019.

“Raihan ini tak lepas dari kepercayaan konsumen terhadap Suzuki Carry dalam mendukung kegiatan bisnis mereka,” ungkapnya.

Dalam melanjutkan prestasi ini, Makmur juga mengatakan, bahwa kehadiran New Carry dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha, baik sebagai mobil pick up maupun dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Pada ajang IIMS 2019, PT SIS mengadirkan kendaraan ini dengan ubahan khusus bagi konsumen yang ingin memesannya, seprti New Carry Ambulance, New Carry Box, New Carry Angkutan Kota, dan New Carry Moko (Mobil Toko).

Tidak hanya itu, New Carry juga bisa dimodifikasi menjadi mobil Arm Roll, Dump Truck, ataupun perpustakaan keliling. Dengan hadirnya unit modifikasi ini, hingga akhir tahun 2019 Suzuki menargetkan kontribusinya sebesar 10% terhadap total penjualan New Carry Pick Up.

Untuk unit modifikasi khusus, Suzuki tidak hanya melayani pemesanan fleet tetapi juga konsumen perorangan. Konsumen hanya perlu datang ke diler-diler resmi Suzuki dan melakukan pemesanan unit modifikasi New Carry yang diinginkan.

Bahkan, Suzuki juga telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan leasing untuk mempermudah pelanggan dalam memiliki New Carry yang dimodifikasi. Proses yang dibutuhkan untuk varian khusus New Carry adalah sekitar satu hingga tiga bulan, sesuai dengan model yang dibutuhkan.

Harga yang dibandrol tiap unit mulai dari Rp 151 juta hingga Rp 381 juta tergantung dari ubahan khusunya tiap unitnya. (rhs)