Home Breaking News Aksi Teatrikal, Gaya Lintas Komunitas Sampaikan Pesan Keselamatan Di Jalan

Aksi Teatrikal, Gaya Lintas Komunitas Sampaikan Pesan Keselamatan Di Jalan

YOGYAKARTA | Otorai.com – Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas dijalan raya berbanding lurus dengan cara berkendara, dari hari ke hari banyak kasus kecelakaan yang menghiasi halaman depan media masa. Keadaan dan situasi ini membuat belasan komunitas tergerak. Mereka menyebarluaskan cara berlalu lintas jalan dengan gaya masing-masing.

Salah satunya seperti yang dilakulan belasan lintas komunitas di Jogjakarta dengan menampilkan pentas Aksi Teatrikal Gugah Pengguna Jalan Jogjakarta.

“Kami mengusung gaya teatrikal untuk memudahkan pesan keselamatan jalan diterima masyarakat,” papar Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), di Jogjaka, dalam siaran persnya yang redaksi otorai terima (28/8)

Tema teatrikal kali ini menggambarkan sosok korban kecelakaan lalu lintas jalan akibat berkendara sambil berponsel. Aksi dilengkapi dengan orasi bahaya berponsel sambil mengemudi dan spanduk berpesan senada.

Sebagai catatan, Di Indonesia, setiap hari terjadi 250-an kecelakaan dan merenggut 70-an jiwa per hari. Sekitar satu persen kecelakaan tersebut dipicu faktor berponsel.

“Kalau di wilayah Jogjakarta setiap hari terjadi lima kasus kecelakaan,” ujar Kompol FX Sukidjo mewakili Polda DI Yogyakarta, di sela aksi simpatik di Tugu Yogyakarta, Sabtu.

acoi-2

Aksi simpatik ini dilengkapi pula dengan diskusi pada Sabtu malam dan merupakan bagian dari Touring and Road Safety Roadshow 2016. Kegiatan dihadiri oleh beberapa komunitas dari Jakarta, Jogjakarta, Bandung, dan Semarang.

Komunitas yang hadir antara lain Jarak Aman, Jogjakarta Automotive Community (JAC), Kopdar Pengicau, Koalisi Pejalan Kaki, Kelompok Difabel, Formasi Labirin, Kulo Bikers Sanes Gangster, Gerakan Bandung Disiplin (GBD), Independent Bikers Club (IBC),Bismania, Monkey Road, dan Skills Jakarta.

“Kami harapkan dapat menginspirasi dan mendorong komunitas Jogjakarta untuk terus berkampanye road safety,” tutur Edo Rusyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudo mendukung komunitas dan klub sepeda motor untuk belajar soal road safety.

“Di Yogyakarta, penjualan sepeda motor per bulan sebanyak 7 ribu motor. Kami ingin setiap motor yang terjual selalu diiringi pembangunan karakter keselamatan berlalulintas. Karakter itu merupakan peradaban,” kata Hario Yudo kepada seluruh bikers yang hadir dalam diskusi Road Safety Road Show di Pendopo Le Nduweh, Kota Gede, Yogyakarta (27/8)

Acara diskusi itu digelar oleh Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) dan Independent Bikers Club (IBC) bersama Jogja Automotive Club (JAC). Patut diacungi jempol buat para pengagas kegiatan ini, dengan berkesinambungan dan saling bersinergi dalam menciptakan kesadaran berlalu lintas pada setiap elemen masyarakat, diharapkan tingkat kecalakaan di jalan raya bisa di tekan seminim mungkin.(rhs)