Home Breaking News Terobosan Baru Pelumas Medistran SX Bio

Terobosan Baru Pelumas Medistran SX Bio

Lubricant

JAKARTA | Otorai.com – Dengan diluncurkannya pelumas untuk mesin diesel, yaitu  Meditran SX Bio oleh PT Pertamina Lubricants, menunjukkan eksistensinya sebagai pemimpin pasar pelumas otomotif tanah air. Hal tersebut sebagai wujud nyata dukungan Pertamina terhadap program pemerintah sekaligus sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam memberikan produk yang terbaik untuk pelumasan dan perlindungan mesin kendaraan konsumen.

Sebagai catatan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan level wajib minimal penggunaan bahan bakar nabati yang telah teruang dalam Permen ESDM No. 32 Tahun 2008 untuk berbagai sektor meliputi industri, komersial, dan transportasi.

Syafanir Sayuti, Vice President Marketing Retail PT Pertamina Lubricants mengatakan bahwa Meditran SX Biodiesel didesain khusus untuk mesin berbahan bakar biodiesel B20, kandungan nabati sebesar 20%–, yang ditawarkan dalam tingkat kekentalan 15W-40.

“Sebenarnya pelumas ini sudah diluncurkan pada akhir tahun lalu tepatnya 10 Desember 2015, tapi sekarang memang baru diperkenalkan ke media,” jelas Syafanir di sela-sela  acara Buka Puasa Bersama  awak media di Jakarta (27/6).

Dengan pilihan performance level API CH4 dan API CI4 Plus, varian Meditran SX Bio tersedia untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial (bus dan truk) serta mesin-mesin industri. Produk yang diformulasikan khusus untuk mesin berbahan bakar biodiesel khususnya B20 ini dirancang melalui proses research & development yang ketat dan panjang.

Pada engine test dengan simulasi kontaminasi biodiesel ke dalam pelumas, Meditran SX Bio memberikan performa yang unggul dibandingkan dengan pelumas biasa dalam kemampuannya untuk melindungi mesin saat terjadi kontaminasi biodiesel ke dalam pelumas.

Kontaminasi biodiesel ke dalam pelumas dapat terjadi akibat adanya blow by gas hasil pembakaran, adanya fraksi FAME* yang tidak terbakar atau akibat kerusakan fuel injector. Apabila menggunakan pelumas biasa, kontaminasi biodiesel tersebut akan membuat pelumas mengental hingga akhirnya tidak bisa bekerja optimal.(rhs)