Home Oto Product Shell Mampu Rubah Gas Alam Jadi Bahan Dasar Pelumas

Shell Mampu Rubah Gas Alam Jadi Bahan Dasar Pelumas

Shell

JAKARATA | Otorai.com – Shell yang merupakan produsen pelumas nomer satu dunia telah  membawa gebrakan teknologi bagi industri pelumas mobil dunia yaitu Shell  PurePlus Technology yang dikembangkan lewat riset teknologi gas-to-liquid (GTL) selama 40 tahun di Pusat Teknologi Shell Lubricants.  Shell PurePlus Technology mampu mengubah gas alam menjadi bahan dasar pelumas full sintetis premium yang memberikan perlindungan dan pembersihan lebih maksimal. Telah terjadi revolusi dalam pelumas mobil dengan hadirnya pelumas full sintetis ini.

“kemajuan teknologi dalam industri mesin mobil  beberapa tahun terakhir telah memberi dampak yang besar pada pemilihan bahan bakar dan pelumas untuk menjaga kondisi mobil di jalanan. Mesin mobil yang modern memerlukan pelumas berkualitas tinggi yang akan membantu menjaga mesin tetap bersih hingga terhindar dari penumpukan kerak di mesin, serta memberikan perlindungan prima dan meningkatkan kinerja bahan bakar.” papar Dian Andyasuri, General Manager Marketing Shell Lubricants Indonesia.

Lebih jauh, Dian mengatakan bahwa produsen mobil dengan mesin berteknologi baru seperti turbo, supercharger, DOHC dan lainnya memerlukan pelumasan yang lebih baik sehingga mereka banyak menyarankan penggunakan pelumas sintetis. Kenapa? Karena pada mesin dengan “spesifikasi tinggi” diperlukan pelumas sintetis penuh (full sintetis). Komponen mesin yang dibuat dengan tingkat presisi tinggi tidak lagi memerlukan adaptasi antara komponennya sehingga berbeda dengan pelumas mineral biasa.

Ia juga menambahkan bahwa produsen mesin mobil saat ini banyak merekomendasikan penggunakan pelumas full sintetis karena kemampuan pelumas sintetis dalam membersihkan dan  melindungi mesin dalam berbagai situasi seperti kondisi macet, cuaca ekstrim, atau perjalanan jauh dengan membawa beban yang berat

Pada kesempatan lain Edward Satrio, Brand and Marketing Communication Manager Shell Lubricants Indonesia menjelaskan kelebihan pelumas full sintetis yaitu tingkat kemurnian dan kualitasnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelumas mobil berbasis minyak bumi. Pelumas sintetis biasanya diproduksi dari minyak bumi atau gas cair dengan menggunakan proses kimia terkini.

Beberapa keunggulan pelumas sintetis menurut Edward adalah, pelumas sintetis lebih stabil pada temperatur (suhu) tinggi sehingga memiliki kadar penguapan yang rendah, mampu mengendalikan atau mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, melumasi dan melapisi logam lebih baik sehingga mencegah terjadinya gesekan antar logam yang berakibat kerusakan pada mesin. Selain itu, pelumas sintetis juga lebih awet terhadap oksidasi, menjaga mesin lebih dingin (mengurangi gesekan) dan mampu membersihkan mesin dari kerak.

Shell adalah pemimpin global dalam teknologi gas-to-liquid (GTL). Melalui riset selama 40 tahun, Shell PurePlus Technology pertama kali diciptakan di Shell Technology Center di Amsterdam, Belanda. Dalam pabrik percontohan di Amsterdam, para ahli teknologi Shell berhasil menciptakan katalis dan molekul yang nantinya disuling menjadi produk bahan dasar PurePlus. Saat ini, bahan dasar ini diproduksi secara komersial di Pearl, pabrik GTL di Qatar.

”Shell PurePlus Technology adalah sebuah proses yang sangat revolusioner dari teknologi gas-to-liquid (GTL). Teknologi GTL merupakan salah satu teknologi yang saat ini tengah berkembang di dunia karena kemampuannya dalam mengolah gas alam guna menghasilkan  bahan dasar performance sintetis yang mirip dengan produk-produk turunan minyak bumi, bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Shell  PurePlus Technology mampu mengubah gas alam menjadi bahan dasar sejernih kristal tanpa sedikitpun kotoran seperti yang biasanya ditemukan pada minyak bumi.” papar Bambang Wahyudi, General Manager Technical Shell Lubricants and Bulk Fuels Indonesia.

Bagaimana Shell  PurePlus Technology mampu mengolah gas alam cair menjadi bahan dasar sebuah produk pelumas? Bambang menjelaskan bahwa GTL adalah proses penyulingan yang merubah gas alam menjadi rangkaian hidrokarbon seperti base oil, bahan bakar kerosene maupun diesel, melalui serangkaian reaksi kimia yang dikontrol (proses Fischer Tropsch) yaitu merubah gas Methane (CH4) menjadi rangkaian atom karbon dan hidrogen. Dan Molekul baru inilah yang nantinya disuling menjadi produk-produk GTL termasuk base oil PurePlus

Bahan dasar merupakan komponen utama atau mencapai hampir 75-90% dari produk pelumas mesin. Artinya, bahan dasar yang berasal dari gas alam adalah sebuah langkah besar bagi perubahan komposisi pelumas mobil.  Shell PurePlus Technology mampu memproduksi bahan dasar yang dapat meningkatkan kinerja mesin karena memiliki indeks viskositas yang tinggi, penguapan yang rendah dan memiliki sifat alir yang sangat baik untuk suhu yang rendah dibandingkan pelumas dasar biasa yang digunakan selama ini. Ini artinya, pelumas dengan teknologi PurePlus ini mampu meningkatkan masa pakai mesin, meminimalkan biaya pemeliharaan, meningkatkan nilai ekonomis bahan bakar dan menjaga mesin tetap bersih. Shell  PurePlus Technology adalah sebuah revolusi dalam produksi pelumas mesin (AHR)